Adik Ungkap Perjuangan Ray Sahetapy Lawan Diabetes- Stroke Sebelum Meninggal Dunia (Foto: Febri/detikHOT)
Jakarta, Insertlive -
Charly Sahetapy mengungkapkan perjuangan kakaknya, Ray Sahetapy, melawan berbagai penyakit sebelum meninggal dunia pada Selasa (1/4) kemarin.
Ray Sahetapy mengidap diabetes sejak 2017. Sang aktor baru mengetahui penyakitnya saat kakinya terluka. Akibat diabetes yang dideritanya, Ray Sahetapy kesulitan berjalan.
"Setelah diperiksa ke dokter, dia baru tahu bahwa dia diabetes," ungkap Charly Sahetapy di Rumah Duka Sentosa, Kamis (3/4).
"Waktu diabetes, sampai susah jalan. Dua tahun terakhir, dia jalan susah," imbuhnya.
Charly mengungkapkan Ray Sahetapy yang sakit pernah tinggal di rumahnya selama satu bulan hingga kondisinya membaik. Sang aktor kemudian kembali syuting setelah menetap di rumah adiknya selama satu bulan.
Pada 2023, kondisi Ray Sahetapy kembali menurun. Ia didiagnosis terkena stroke. Kala itu, keluarga membawa Ray Sahetapy ke IGD Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Ray Sahetapy pun dirawat di RSCM selama sembilan hari.
Charly Sahetapy membeberkan kondisi sang kakak yang semakin parah setelah terkena stroke.
"Dia agak parah karena strokenya itu dia sudah tidak ingat siapa dirinya. Mungkin karena sering sama-sama, dia cuma ingat saya," bebernya.
"Di situ dia juga sudah tidak bisa nulis, tidak tahu buah, ini buah apa dia tidak tahu. Itu pelan-pelan diobati di RSCM," lanjutnya.
Saat itu, Charly rutin membawa Ray Sahetapy berobat dan fisioterapi. Ia menyebut sang kakak kooperatif selama menjalani perawatan.
"Dia pasrah, ikuti dengan apa yang kita lakukan, mungkin supaya penyakitnya sembuh," tuturnya.
Pada 2024, terungkap bahwa Ray Sahetapy juga mengalami gangguan pada paru-parunya. Pemain film The Raid ini sempat tersedak hingga makanan masuk ke paru-parunya.
"Kebetulan dia punya sakit batuk, lalu tersedak, makanan itu masuk ke paru-paru. Di sini kena paru-paru, komplikasilah, itu pun hampir meninggal waktu tersedak," katanya.
Kala itu, Ray Sahetapy dirawat di ruangan ICU hingga di ruang khusus paru-paru. Setelah kondisinya membaik, ia kembali ke rumah.
Charly lebih lanjut menjelaskan kondisi Ray Sahetapi kian melemah karena pengidap diabetes seharusnya banyak bergerak. Namun, Ray Sahetapy tidak bisa banyak bergerak, bahkan berdiri pun tak bisa.
"Oleh sebab itu, dia mulai parah. Tanggal 3 Maret kita bawa ke RSPAD. Di sini, dicek ternyata banyak penyakitnya, termasuk paru-paru," ujarnya.
"Banyak cairan di dalam paru-parunya. Ketika disedot, keluar 1,8 liter (paru) sebelah kiri, sebelah kanan sekitar 700 mililiter. Mulai lega, saturasinya mulai oke," imbuhnya.
Kondisi Ray Sahetapy kian melemah, tekanan darah dan hemoglobinnya merosot. Meski pihak rumah sakit telah melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR), Ray Sahetapy tak terselamatkan.
"Tapi lama-lama tambah drop. Sesak lagi, ternyata banyak lendir. Akhirnya dia makin melemah, tensinya turun, Hb-nya turun, tiba-tiba jantungnya berhenti. Sempat di CPR, tapi tidak berhasil, sampai akhirnya dia meninggal," pungkasnya.
(KHS/KHS)
Tonton juga video berikut:
ARTIKEL TERKAIT
Loading LoadingBACA JUGA
detikNetwork